“Aman” itu mahal

Setiap negara saat ini berlomba-lomba membangun kapasitas negaranya untuk tujuan “national security”. Keamanan negara memang meliputi wilayah kerja yang cukup luas, dimana saat ini kekuatan bersenjata hanya bagian kecil dari wilayahnya yang luas. Saat ini ancaman-ancaman diluar ancaman kekuatan bersenjata dari negara lain (“non-traditional threat”) semakin jelas menjadi hal sangat penting untuk dijadikan pusat perhatian dari pengambil-pengambil keputusan dalam sebuah negara.

Amerika Serikat disibukkan dengan terorisme, Australia dipusingkan dengan penanganan “irregular maritime arrival”, Uni Eropa diguncang krisis ekonomi yang mengancam keutuhan “uni”-nya, negara berkembang sibuk mempertahankan diri mereka dari ancaman Neo-colonialisme yang ditebar gurita-gurita “Multi National Coorporation”, dan lain-lain.

Semua negara mengeluarkan daya, upaya dan biaya yang luar biasa besarnya untuk membangun kapabilitas sumber daya manusianya, untuk mereformasi sistem pemerintahannya, menata ulang sistem perekonomiannya, dan juga untuk mengendalikan perubahan sosial masyarakatnya.

saat ini kebanyakan perubahan-perubahan ini dilakukan dengan menumpukan pada sistem yang berbasis information Technology (IT). Saat ini tanpa IT yang baik, sangat sulit diharapkan suatu sistem dapat berjalan dengan cepat, tepat, efektif, dan efisien. Akan tetapi perlu diingat bahwa pengembangan sistem berbasis IT itu mahal pengembangannya, mahal perawatannnya dan mahal juga pengamanannya.

Sistem yang berbasis IT memiliki “lingkaran setan biaya tinggi”. Tanpa perawatan dan update pengamanan yang terus menerus, sistem IT itu akan menjadi bumerang bagi user nya, karena kejahatan dunia maya (cybercrime) itu terus menghantui dan meneror para user sistem IT.

Motifnya para pelaku cybercrime pun bermacam-macam: ada yang sekedar iseng dan show off, ada yang mencuri data untuk dijual, ataupun digunakan untuk kepentingan tertentu yang sudah tentu melanggar hukum, ada yang motifnya persaingan bisnis, ada motif spionase dll.

Bagi yang sudah menerapkan sistem yang berbasis IT, untuk kembali ke sistem yang konvensional akan bagaikan kembali ke jaman batu, dan sudah pasti akan menurunkan tingkat output pekerjaan yang diharapkan.

Once you got in, you have to go deeper and deeper. Using IT is like using a taxy on a one way journey without exit point, where the ‘taxi fare’ gradually escalated on every mile.

“Secure is expensive”

Tinggalkan komentar