Seorang teman mengatakan: “yang simple-simple aja bang, orang kerja sudah susah kok masih direpotin kerjaan tambahan”. Jika orang tersebut bekerja di bidang pelayanan sosial, memang itu benar adanya. Akan tetapi jika ia bekerja di bidang pelayanan yang terkait masalah keamanan, itu menjadi motto yang destruktif.
Dalam bidang yang terakhir ini, client yaitu masyarakat publik hanya tahu bahwa mereka berhak mendapatkan pelayanan yang prima, tepat dan jelas. Masalah bagaimana pelayan publik melaksanakan tugasnya agar sisi sekuriti tetap dikedepankan dan tetap melayani dengan prima adalah masalah internal institusi.
Bagaimana isntitusi mengatasi bentrokan antara dua hal ini: ‘pelayanan atau sekuriti yang lebih utama’? Keduanya dapat terlaksana dengan baik dan sinkron dengan pemanfaatan sistem IT. Tanpa pemanfaatan IT pelayanan akan terhambat karena dibebani oleh pekerjaan-pekerjaan domain security. Bayangkan berapa waktu dan tenaga yang dihabiskan untuk memeriksa/profiling satu persatu berkas secara manual, dan kemudian melaporkan hasil pemeriksaan secara manual.
Sistem kerja berdasarkan IT memungkinkan kesulitan tersebut diatas diselesaikan melalui sistem IT.
Ibarat kalo satpam/petugas parkir terlalu repot untuk menaikturunkan palang pintu, ya pasang palang pintu otomatis dengan sistem kartu parkir dan bayar parkir elektronik.
Let the machines do the hardwork for us.
But first, we have to buy that surely very expensive toy.
kembali lagi bahwa “secure is expensive”
It’s expensive because it’s sophisticate