
Jujur saja walaupun saya termasuk orang yang suka menulis, akan tetapi saya masih sering salut dan terkagum-kagum terhadap orang yang sangat produktif dalam menulis.
Menulis secara rutin dan konsisten , apapun itu, baik buku harian, blog pribadi, bahkan karya ilmiah adalah suatu kelebihan tersendiri. Kemampuan untuk menulis adalah satu hal, akan tetapi kemampuan untuk konsisten terus menulis /berkarya adalah hal yang lain pula.
Sebagai contoh hal yang sepele, saya punya blog ini sudah lama, tapi jika dilihat arsip tulisannya maka langsung bisa disimpulkan saya bukan penulis blog yang konsisten menulis.
Yang saya rasa paling sulit adalah untuk mendisiplinkan diri kepada suatu keputusan untuk menulis secara regular. Saya mencoba instrospeksi diri dan mencari cara bagaimana agar saya bisa menulis secara regular.
Dahulu saya berpikir bahwa saya akan menulis semua pengalaman saya yang menarik. Akan tetapi seringkali momen pengalaman itu berlalu begitu saja tanpa teringat untuk dituangkan dalam sebuat tulisan. Ya, seperti orang menunggu ilham, akan tetapi ketika ilham itu datang, orang itu malah terlalu sibuk dipikirannya untuk terus menggali ilham tersebut di dalam pikirannya sendiri, tanpa dituangkan dalam tulisan.
Saya teringat pada nasehat dosen pembimbing saya ketika saya menempuh kuliah magister: a good thesis is a finished and submitted thesis, and to finish a thesis you have to discipline yourself to write 500 words per day. Ya karya tulis yang baik adalah karya yang selesai dan diserahkan ,dan untuk menyelesaikan karya tersebut diperlukan kedisiplinan diri untuk mencicil sedikit demi sedikit.
Mungkin saat ini untuk menjadi seorang penulis blog yang konsisten berkarya diperlukan kedisiplinan diri untuk setiap hari untuk menetapkan jadwal jam/waktu untuk menulis. Dan berusaha menepati jadwal menulis tersebut.
Mudah-mudahan dengan menetapkan jadwal menulis rutin, bisa menjadi penulis blog yang lebih konsisten berkarya. Ya, karena menulis ketika menunggu ilham sepertinya nggak cocok bagiku.