
Hari kelahiranku adalah hari biasa saja. Ayah atau ibuku tidak menceritakan cerita-cerita luar biasa atau mukjizat yang terjadi di hari kelahiranku. Mereka bahkan tidak menceritakan bagaimana kebahagiaan mereka ketika aku lahir.
Terkadang aku cemburu ketika membaca cerita kejadian yang luar biasa yang terjadi di hari kelahiran, atau kejadian disekitar waktu kelahiran para tokoh-tokoh terkenal di dunia ini. Tentunya dari biografi mereka.
Aku bertanya dalam hatiku, “apakah aku akan menjadi ‘orang besar’ nantinya?” , “Apakah Tuhan menakdirkan aku menjadi manusia yang tercatat dalam sejarah sebuah bangsa, atau bahkan sejarah dunia? Ataukah aku hanyalah satu dari milyaran manusia sepanjang masa sejarah dunia, yang tidak berarti dalam menentukan arah perkembangan dunia?”
Aku curiga, bahwa para tokoh penting dan terkenal sepanjang sejarah dunia juga tidak dilahirkan dalam keadaan spektakuler penuh cerita mukjizat. Hari kelahiran mereka sama seperti hari kelahiranku, sama seperti hari-hari biasa setiap harinya, dimana setiap orang berjalan dan beraktivitas wajar seperti hari-hari biasa pada umumnya.
Hanya ada satu cerita mukjizat yang aku yakin pasti sama pada setiap hari kelahiran kita semua: cerita perjuangan antara hidup dan mati dari seorang perempuan yang kita sebut “ibu”.
Cerita yang lainnya mungkin saja cerita yang ditambahkan kemudian dari para penulis sejarah atau penulis biografi, untuk menambahkan arti penting seorang tokoh tertentu. Seakan alam dan Tuhan sendiri sudah menakdirkan sejak dari hari kelahirannya bahwa anak tersebut akan menjadi seorang penting dalam sejarah dunia. Seakan ingin menunjukkan restu alam atau restu ilahi.
Tidak ada cerita yang lebih penting dari proses kelahiranku selain dari cerita ibuku melahirkan aku dengan selamat dan iapun selamat. Cerita ini sudah cukup menjadi modal untuk hidup baik dalam sejarah dunia ini. Sebagai penghormatan bagi pengorbanan ibuku ketika melahirkan aku.