Air Hujan yang diam


“Aku bebas….” kata sebulir air kepada milyaran bulir air lainnya.


“Mari kita rayakan kebebasan ini dengan berlomba siapa yang pertama sampai ke bumi!” pekik bulir air yang lain.


Beberapa bulir air yang lain berteriak tidak sependapat. Satu bulir berkata “tidak usah cepat-cepat, nikmati saja perjalanan ini”. Bulir yang lain berkata “aku tidak sabar untuk kembali mengalir di bumi, perjalananku sebagai awan sudah cukup lama”.


Akhirnya semua bulir air itu saling berteriak mengeluarkan pendapatnya masing-masing. Gaduh, sampai tidak bisa dibedakan satu dengan yang lainnya.


Seorang anak kecil sedang dininabobokan oleh neneknya bertanya kepada neneknya itu “Nek mengapa suara air hujan sangat ribut? Aku tidak bisa tidur siang”.

“Itu bukan suara air hujan, sayang. Itu suara atap seng rumah kita yang berteriak kesakitan atau marah karena mereka ditimpa oleh air hujan. Air hujan itu sendiri jatuh ke bumi dengan diam-diam” jawab nenek itu, “hanya petir atau angin yang terkadang bersuara memperingatkan kita akan datangnya hujan”.

Tinggalkan komentar