Sepenuh hati

Ketika kau berharap, mintalah dalam doamu dengan sepenuh hati akan harapanmu itu. Karena jika harapanmu tidak terkabul, engkau tidak akan kecewa pada dirimu sendiri. Itu bukan karena engkau tidak bersungguh-sungguh mendoakannya sehingga harapanmu tidak tercapai. Tapi hatimu akan lega karena tahu Tuhan punya rencana lain yang indah bagimu.

Ketika engkau bekerja untuk mencapai cita-citamu, lakukanlah tugas dan tanggung jawabmu dengan sepenuh hati. Supaya engkau tidak merasa kecewa andai kata pun cita-citamu tidak tercapai. Tetapi engkau akan merasa puas karena telah melakukan upaya yang terbaik.

Ketika engkau mencinta seseorang, cintailah dengan sepenuh hati. Karena jika ia adalah jodoh dari Tuhanmu maka cintamu kepadanya tidak akan terbagi dan tidak akan berkurang sepanjang perjalanan pernikahan kalian. Sampai maut memisahkan.

Tapi ketika engkau harus melupakan seseorang karena ia ternyata bukan jodohmu, maka dengan sepenuh hati engkau harus melupakan dan merelakan ia pergi dari hidupmu. Karena hatimu haruslah kau persiapkan kembali untuk memulai mencinta sepenuhnya orang lain yang mungkin adalah jodohmu.

Sepanjang hidupmu ingatlah akan Tuhanmu dengan sepenuh hatimu, karena dengan selalu mengingat Tuhanmu engkau akan menghindarkan diri dari segala perbuatan jahat yang mungkin terlintas di benakmu.

Dengan sepenuh hati ingat-ingatlah kebaikan Tuhan sepanjang hidupmu sampai saat ini, maka engkau akan selalu bersyukur walau dalam jatuh atau bangunnya hidupmu. Dengan ini hatimu akan lebih bahagia.

Ketika masa-masa hidupmu sudah mencapai akhirnya, apakah itu cepat atau lambat nanti di hari tuamu, lepaskanlah dunia ini dengan senyuman, peluklah kematian dengan kerinduan sepenuh hatimu, karena setelahnya ada keabadian bersama Tuhanmu.

Keabadian dimana sepenuh hatimu akan diisi oleh sukacita dari Tuhanmu selamanya.

Tinggalkan komentar