Hujan siang ini

Hujan siang ini menambah beratnya rasa sepi.

Terkurung di ruang sempit, dinginnya suasana menambah keengganan untuk sekadar menyapa mereka-mereka yang berkeliaran sekelilingku, tapi masing-masing hanyut dalam kesendiriannya.

Sapaanku hanya akan membuyarkan lamunan siang mereka; lamunan yang mungkin semakin jauh diterbangkan monotonnya suara hujan siang ini.

Apakah mereka juga tersiksa akan sepi ini? Ataukah mereka sedang menikmati tenangnya suasana hujan siang ini, tanpa gangguan?

Aku mencoba menjadikan hujan siang ini sebagai pembenaran dari sikapku yang mengacuhkanmu, mengacuhkan mereka dan mengacuhkan seluruh permasalahan yang ada.

Tapi, hujan siang ini, menambah siksa sepiku.

Tidak ada yang bisa membenarkan sikap acuhku ini; tidak kesepianku, tidak juga tenangnya suasana disaat hujan siang ini.

Hujan siang ini sepertinya hendak menghukumku dengan kesepian yang sangat menyakitkan. Hukuman atas ketidakacuhanku selama ini.

Tinggalkan komentar