Akhir-akhir ini media kita terpapar oleh statemen dari Walikota Surabaya, Ibu Risma, yang menyatakan ikhlas jika ia mati dalam melaksanakan tugasnya menjalankan kebijakan yang dibuatnya. Tidak hanya ibu Risma, sebelumnya statemen yang serupa juga pernah di keluarkan oleh Wakil Gubernur DKI, Basuki TP alias Ahok yang juga menyatakan sudah siap mati dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil Gubernur DKI yang selalu mendapat tantangan dari berbagai pihak yang terkena imbas dari kebijakannya yang tegas. Saya yakin tidak hanya Ahok dan Ibu Risma, akan tetapi masih ada banyak pejabat-pejabat publik yang memiliki sikap mental seperti ini juga akan tetapi tidak pernah terungkap ke media masa.
Pertanyaannya ialah apakah saat ini sudah sangat langka ditemukan pejabat publik yang memiliki kriteria seperti ini: jujur, tegas, berani, tulus dan ikhlas dalam melaksanakan tugasnya sebagai abdi masyarakat? Ataukah ini hanya sekedar jualan pencitraan semata?
Masyarakat saat ini mendambakan pemimpin dan pejabat-pejabat publik yang memenuhi kriteria sikap mental tersebut diatas. Jadi bisa dikatakan demand terhadap pejabat yang jujur, tegas, berani, tulus dan ikhlas sangat besar. Saat ini dalam kaitannya dengan pencitraan, maka ketersediaan supply adalah yang menjadi perhatian. Yang terpenting dari ketersediaan supply tersebut ialah apakah supply tersebut adalah natural supply atau manufactured supply.
Natural supply dalam hal ini adalah pejabat-pejabat yang secara natural bersikap mental seperti yang diinginkan oleh masyarakat. Tanpa memerlukan usaha atau perubahan mental yang cukup drastis pejabat tersebut siap dijual kepada masyarakat. Prosesnya pencitraannya juga mungkin tidak menjual secara fantastis, sebab natural supply akan secara alami juga mudah terserap oleh pasar karena natural supply sudah memiliki citra yang diinginkan oleh pasar. Dalam hal mencari pemimpin, walaupun natural supply mudah diserap oleh pasar, akan tetapi kegiatan pencitraan tetap harus dilakukan karena pasar yang disasar mungkin saja di luar pasar tradisional atau pasar yang sudah menerima. Untuk sasaran yang masih belum menerima atau daerah-daerah yang demandnya belum bisa menerima natural supply, bisanya di tempuh cara penciptaan demand atau manufactured demand. Manufactured demand dalam hal ini bisa dilakukan dengan cara membawa para pelaku pasar keluar dari comfort zone, atau mengangkat isu-isu minor akan tetapi fundamental yang selama ini dibiarkan dalam keadaan dormant atau status quo. Diharapkan dengan menciptakan demand dipasar yang baru tersebut, natural supply tersebut akan juga laku terjual dan terserap oleh pasar tersebut.
Sedangkan manufactured supply adalah pejabat-pejabat yang dikondisikan oleh para supporternya untuk dapat terlihat atau menjadi atau sekualitas dengan natural supply. Mereka bukan barang palsu, akan tetapi dikondisikan. Tidak semua manufactured supply akan buruk, karena kita berbicara tentang supply yang merupakan manusia yang punya akal pikiran dan hati nurani. Walaupun pada awalnya dikondisikan, akan tetapi supply tersebut juga memiliki kemungkinan yang besar untuk berhasil dan bertahan dan berfungsi dengan baik dalam melakukan perannya sebagai pejabat publik. Akan tetapi dalam hal marketingnya, manufactured supply memiliki biaya produksi dan marketing yang lebih besar dari pada ketika kita harus menjual natural supply. Manufactured supply tentunya memerlukan biaya lebih banyak untuk kepentingan pengembangan kualitas agar bisa memenuhi demand, juga sering memerlukan biaya yang sangat besar untuk menciptakan persepsi kualitas, dimana jika pengembangan kualitas gagal maka diusahakan agar tercipta citra bahwa supply tersebut memiliki kualitas yang sesuai dengan demand. Disini pencitraan dalam arti yang fantastis dan bersifat negatif mengambil peranan utama. Selain itu, pencitraan ini tetap juga harus dipararelkan dengan mengkondisikan pasar atau menciptakan manufactured demand, yang bisa dilakukan dengan cara menurunkan demand pasar kearah kualitas yang dimiliki oleh manufactured supply, atau dengan mengarahkan ekspektasi pasar menyimpang kearah yang dimana manufactured supply memiliki nilai lebih.
Saya tidak hendak menunjuk siapa-siapa natural supply atau siapa yang lainnya merupakan manufactured supply, akan tetapi sebagai masyarakat umum, kita dituntut untuk lebih cerdas dalam mengamati arah pasar pemilihan pemimpin negeri; masyarakat yang mengerti kebutuhan sesungguhnya bagi dirinya dan menilai supply mana yang akan diserap. Seungguhnya jika masyarakat cerdas dalam memilih, seleksi pasar dan seleksi alam akan berlaku dimana pejabat-pejabat yang berkualitas buruk atau unwanted supply akan terpinggirkan dan tidak akan ada partai atau golongan yang akan mengusungnya untuk masuk kedalam pasar pemilihan pemimpin negeri ini.