Cobalah untuk lebih bersabar!

Mengapa saat ini orang susah untuk bersabar. Hari Jumat lalu pukul 7 pagi, masuk sebuah bbm dari istri yang mengabarkan bahwa ia terpaksa harus turun dari taksinya dan berjalan kaki keluar tol karena tol dalam kota macet total. Ya, saat itu sedang terjadi demo aparatur desa di depan gedung DPR Senayan, massa menduduki jalan tol dengan harapan efek kemacetan dan kelumpuhan transportasi Jakarta di pagi hari itu menarik perhatian pemerintah, DPR dan seluruh rakyat Indonesia terhadap pesan-pesan yang mereka perjuangkan.

Cara-cara ini bukanlah yang pertama. Demo buruh sebelumnya juga menggunakan cara yang sama di jalan Tol Cikampek. Rakyat sudah menjadi tidak sabar dan sekaligus tidak percaya bahwa pemerintah akan mendengar dan mengakomodir kepentingan yang mereka serukan.

Apakah rakyat yang semakin tidak sabar atau pemeritah yang memang terlalu lamban atau enggan berpihak pada rakyat?

Ketidak sabaran dan ketidakpuasan secara kolektif memang cenderung mudah untuk terprovokasi menjadi tindakan yang ekstrim dan desktruktif. Kita bisa melihat contoh dari aksi-aksi masa akhir-akhir ini yang cenderung ekstrim.

Turun ke kuantitas massa yang lebih kecil, kelompok pertemanan anak sekolah yang biasa pulang bersama-sama lima, sepuluh orang atau lebih juga memperlihatkan tindakan-tindakan ekstrim yang mencerminkan kurangnya pengendalian diri, mudah terprovokasi yang berakibat ke fenomena tawuran pelajar. Salah satu penyebabnya mungkin mereka kurang diajarkan untuk lebih bersabar. Terlalu cepat mengambil keputusan tanpa mengedepankan logika. Logika yang seharusnya muncul dari proses berpikir yang matang. Dalam proses berpikir yang mungkin memerlukan waktu yang tidak singkat. Waktu yang tidak singkat yang hanya mungkin didapat jika seseorang bersabar.

Kembali ke bbm istri yang terjebak ditengah kemacetan jalanan Jakarta, setelah membacanya perlahan-lahan, lalu saya membalasnya: ‘sabar ya mi, kita perlu lebih bersabar agar tidak stress sendiri’.

2 respons untuk ‘Cobalah untuk lebih bersabar!

Tinggalkan komentar